Tuesday, 10.24.2017,

Daftar Menu
Beri Rating
Rate my site
Total of answers: 7
Online

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Masuk
UnimedbloG
MENDAFTAR
atau
MASUK
Menulis Sekarang!!
Share di FB
JASA PEMBUATAN BLOG
Khusus Untuk mahasiswa Unimed
Hanya dengan Rp.50.000 blog anda akan jadi!!!
Pembayaran OFFline

Info selanjutnya klik disini


Kumpulan Postingan
Daftar Tulisan
  • Jangan Ngaku gaul kalau Ga punya Blog!
  • Remaja Indonesia dalam Percaya Dirinya, Nalarnya, Wawasannya dan Mimpi-mimpinya
  • Kunci Jawaban? Say No!
  • PNS: Pelayanan Buruk, Citra Makin Terpuruk
  • Waspada Metode Penipuan Baru Oknum Salesman Home Appliances!
  • Apa itu blog?
  • Search
    Calendar
    «  October 2017  »
    SuMoTuWeThFrSa
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031

    Remaja Indonesia dalam Percaya Dirinya, Nalarnya, Wawasannya dan Mimpi-mimpinya


    Penjurian berikutnya, di hari penjurian ke-3 adalah wawancara dan yang menjadi fokus utama bagi 6 pemenang dari 818 orang yang mengikuti Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2010 yang diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika .

    Aku datang agak terlambat karena macet dan melakukan terapi dulu di rumah sakitku, kegiatan rutinku setiap hari untuk memulihkan tubuhku. Ke-6 remaja yang memang akan menjadi nominator pemenang itu sudah siap di tempat dan aku langsung menempati kursiku sebagai juri. Kali ini, hanya ada 4 juri dari 9 juri yang dihadirkan, dan aku termasuk diantaranya. Penjurian kali ini adalah mewawancara mereka, masing2 45 menit. Aku mengamati mereka satu persatu. Hmmmmm ….., mereka memang seumur dengan anak2 ABG ku dan terlijat wajah2 mereka sangat tegang. Dan beberapa dari mereka justru stress karena melihat mereka ada di sebuah tempat asing, jauh dari tempat hidup mereka, yang mungkin buat sebagian dari mereka merasa ‘gamang’ ( semua dari mereka dari luar kota dan dari desa2 di Indonesia. Hanya 1 orang bersekolah di Bekasi ).

    Yang pertama, kami para juri mengundinya, dan remaja dari Lembang, Shaffa Fauzia 15 tahun, masuk ke ruangan penjurian. Seorang remaa wanita, canti dan malu2 khas ABG, masuk dan duduk di depan kami. Kami tersenyum, dan menyapanya. Mulai lah kami mengajak bercengkerama dan berceria tentang apapun yang membuat dia bisa menulis surat seperti itu. Aku memperhatikan dia. Ternyata setelah dia mulai berbicara dan menjawab pertanyaan2 kami, aku melihat bahwa percaya dirinya mulai bangkit, bahwa juri adalah tetap manusia biasa. Dan dengan begitu, dia menjadi lebih mantap sebagai salah satu nominator pemenang. Jawaban2nya mantap, tidak percaya bahwa dia adalah remaja yang baru berumur 15 tahun!

    Remaja ke-2, adalah Ayu, seorang remaja ‘berkebutuhan khusus’, Ayu, Remaja ‘Berkebutuhan Khusus’ dalam Mimpi-mimpinya. Mataku bersinar.

    "Inilah yang kutunggu2″, pikirku.

    1332854673163476111

    Ayu, remaja ‘berkebutuhan khusu Celebral Parsy’ yang sangat menyentuh hati kami dan membuat semangat kami memuncak untuk membuat Ayu tersenyum dan percaya diri, bahwa diapun berhakuntuk berkarya …..

    Ayu didorong oleh gurunya di atas kursi rodanya. Mukanya terlihat ‘murung’. Aku yakin, bahwa sebenarnya Ayu senang menjadi nomintor pemenang tetapi aku juga yakin bahwa dia mengalami perasaan tegang dan sedikit rendah diri, seperti yang selalu dia tuliskan di suratnya untuk atlet pujaannya. Aku tersenyum, kami para juri tersenyum, berusaha membuat dia tersenyum dan percaya diri. Ah ….., aku ingin memeluknya! Dia seumur dengan Michelle, anakku. Tetapi dia terlihat sangat tidak percaya diri!

    Masing2 dari juri, menanyakan tentang apapun yang ingin kami ketahui tentang menulis surat. Pada giliranku, aku hanya memotivasinya agar dia terus tersenyum, dan terus semangat untuk terus berjuang tentang apapun! Dan tetap selalu mencontohkan diriku, bahwa ‘aku juga cacat, tetapi aku tidak pernah rendah diri bahkan aku sangat bersemangat dalam menuju masa depanku’. Sama sekali aku tidak mewawancarainya, tetapi aku sangat ingin membuat Ayu tersenyum! Dan ketika hampir 45 menit berlalu, wajah Ayu sudah ’sumringah’ dan Ayu sudah bisa tersenyum lepas dan bebas …… Puji Tuhan …..

    13328546991854110988

    13328547261695882517

    13328547571020324388

    Retno dari Lampung, Gina dari Tangerang, Clara dari Bekasi. Fotomu dimana Shaffa dari Lembang? Aku akan upload kemudian, yaaaa ….. Dan 1 orang tidak hadir karena tidak diijinkan oleh orang tuanya karena dari desa kecil, jauh dari Medan ……

    Remaja2 berikutnya, aku benar2 tidak menyangka, bahwa mereka adalah masa depan bangsa Indonesia! Mereka sangat bersemangat dalam menuju masa depannya! Dan kami, khususnya aku,sering tidak percaya, bahwa mereka adalah remaja2 berumur 13 - 15 tahun! Bicaranya, percaya dirinya, wawasannya dan nalarnya, benar2 sangat luar biasa! Dan aku percaya, dengan penanganan orang tua yang tepat, remaja2 Indonesia akan bertumbuh menjadi bangsa yang besar, bangsa Indonesia !

    Terakhir, seorang remaja pria, Christ Daniel Soselisa, satu2nya remaja pria dalam nominator pemenang dalam lomba menulis surat remaja kali ini, adalah remaja dari Ambon berumur 15 tahun, menutup sesi wawancara ini dengan sangat-amat sempurna! Dia bersekolah di SMP Kalam Kudus Ambon, dan dia menuliskan suratnya kepada Michael Phelps, seorang atlet renag juara Olympiade dengan bahasa Inggris sempurna! Astaga …….

    1332854783531905920

    Remaja dari Ambon, Christ Daniel Soselisa

    Kami, para juri benar2 menggeleng2kan kepala. Surat dalam bahasa Inggrisnya, memang terkesan remaja banget ( bahasa Inggris yang tidak terlalu sederhana dan tidak terlalu sulit juga ), tetapi menjadi ’sesuatu banget!’. Dalam wawancaranya, memang ternyata dia berbahasa Inggris di rumahnya dengan orang tuanya. Ayahnya seorang dosen di sebuah universitas terkenal di Ambon. Tulisanku selanjutnya, aku akan menceritakan tentang dia, sebagai salah satu favoriteku …..

    Setelah selesai sesi ini, kami para juri berunding. Semua dari kami sangat bersemangat bahwa kami tidak salah untuk memilih 6 nominator pemenang dari 818 surat yang datang. Mereka adalah remaja2 hebat! Bukan berarti yang lain tidak hebat, tetapi mereka sudah di seleksi dalam ‘yang terbaik’ dari semuanya! Kami senang dan sangat bangga dengan mereka. Merekalah remaja penerus bangsa kita dan kami bersemangat untuk terus membimbingnya ditengah ‘keterpurukkan’ bangsa kita …..

    Generasi bangsa ….. tujukkan jati dirimu! Berkaryalah dan terus berjuang dalam menjangkau mimpi2mu! Kami akan sangat senang membantumu dalam menyongsong masa depanmu …..

    Terlebih aku, ingin sekali memelukmu. Kalian menjadi motivator2ku untuk terus berkarya dalam membimbingmu, bersama dengan orang tua, sekolah dan lingkunganmu. Aku ingin menjadi ‘partner’ untuk mencapai mimpi2mu, seperti juga aku ingin mencapai semua mimpi2ku …..

    Salam kasihku untuk kalian semua ….. Tuhan memberkati kita semua ……


    SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA